Rivaldi Hapili Minta PB HMI Aktifkan KPN

HMI Badan Koordinasi Sulawesi Utara-Gorontalo (BADKO SULUTGO) meminta Pengurus Besar HMI, mengaktifkan kembali Korps Pengader Nasional (KPN). Hal ini dilakukan, untuk memperbaiki, sistem dan pola pengaderan HMI yang dinilai telah jauh dari cita-cita organisasi.

Sebelumnya, KPN HMI, mengalami gejolak besar pada Musyawarah Nasional di Kota Kendari, pada Kongres ke XXXII tahun 2020 silam. Konflik internal, dan dinamika perebutan jabatan di tubuh PB HMI, mencemari forum intelektual ini, dan membuatnya tidak menghasilkan apapun, selain perpecahan dan mandeknya pembahasan sistem pengaderan HMI yang progresif.

Setelah Kongres ke 33 selesai, PB HMI yang saat itu dipimpin oleh Affandi Ismail, mencoba membangkitkan kembali KPN yang terhenti sejak munas terakhirnya, bersama Koordinator Nasional (Kornas Kohati) yang juga mandek. Namun, pembangkitan kembali KPN dan Kornas Kohati ini, Lagi-lagi-lagi tak menghasilkan apapun, selain SK PB HMI dan agenda-agemda ceremonial lainnya.

Ketua HMI BADKO SULUTGO, Mohammad Rifaldi Hapili mengungkapkan, hingga kini PB HMI terlihat tidak ada upaya sama sekali, dalam menghidupkan kembali lembaga khusus, yang memegang peran penting bagi proses percetakan kader di HMI.

“Rusaknya pola perkaderan di setiap cabang, munculnya para kader hipokrit, dan merusak marwah organisasi, adalah bukti bahwa perkaderan HMI tidak lagi berhasil menggembleng kader militan dalam mewujudkan cita-cita organisasi,” tegas lelaki yang kerap di sapa Al ini.

“Sehingga, pembentukan KPN HMI menjadi sangat penting dan mendesak,” tambahnya.

Sebelumnya, Kader yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum HMI Cabang Gorontalo tahun 2022 ini, juga telah memasukan aspirasi besar ini di dalam Forum Kongres ke XXIII, melalui Rapat Komisi Pengaderan. Namun, hinngga 100 hari kerja PB HMI, aspirasi ini tidak kunjung terlaksana.

Rivaldi merasa, PB HMI tidak membaca hasil-hasil rekomendasi Kongres HMI dengan baik. Sehingga kurang memahami, mana rekomendasi yang penting dan mendesak, khususnya dalam menjaga keberlangsungan organisasi HMI.

“PB HMI malah terjebak di agenda-agenda ceremonial yang sarat politik. Dan lupa, menjaga marwah perkaderan HMI,” tandasnya.

Ketua HMI BADKO SULUTGO berharap, aspirasi ini tidak anggap remeh, dan segera ditindaklanjuti oleh PB HMI. Mengingat, pengkaderan adalah nafas organisasi.

“Untuk apa banyak kader, tapi tidak berkualitas. Sehingga, KPN penting untuk mencetak kader yang mengabdi dan menjaga marwah HMI sebagai harapan masyarakat Indonesia,” harap Rivaldi.

Author: Mohammad Rivaldi Hapili
Ketua Umum HMI MPO Cabang Gorontalo periode 2023-2024

Leave a Reply

Your email address will not be published.